Spirit Majukan Bangsa Melalui Ta’awun untuk Negeri


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memberikan ceramah dalam pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten              Tegal di Gedung Dakwah Perguruan Pendidikan Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah Lebaksiu, Ahad (11/11).

Haedar memaparkan bahwa tema Milad Muhammadiyah ke 106 Tahun “Taawun Untuk Negeri”  dipilih untuk mentransformasikan hadirnya tujuan Muhammadiyah yang telah banyak berbuat untuk memajukan kehidupan bangsa di berbagai bidang. Seperti pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan usaha-usaha dakwah pembaharuan.

Menurut Haedar, KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah bersama Nyai Dahlan mendirikan Aisyiyah karena umat Islam saat itu terjajah dan harus ada gerakan Islam yang bisa mengisi kemerdekaan. Serta umat Islam pada masa itu dalam sistem agamanya tengah mengalami kejumudan.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, hadir untuk membebaskan manusia dari ketertindasan, dalam arti kebodohan, penyakit, kelompok rentan, serta tentunya kemiskinan. Hal tersebut merupakan suatu yang mendasari gerakan dari Muhammadiyah.

Haedar memberikan contoh, seperti halnya pada saat KH Ahmad Dahlan mendirikan Rumah Sakit PKU untuk membantu umat dalam pelayanan kesehatan. Pada saat itu kebanyakan umat tidak memiliki keuangan yang cukup untuk berobat di rumah sakit yang dikelola oleh Belanda. Oleh karena itu, gagasan tersebut merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar.

“Jika kita lihat atau coba kita bahasakan, adalah dari Al-Qur’an berdirilah rumah sakit yang diprakarsai oleh KH Dahlan. Di tangan seorang Dahlan Surat Al-Maun menjelma menjadi Rumah sakit, Rumah Miskin, Panti Asuhan, pendidikan. Lahirlah PKU. Semuanya di tolong Muhammadiyah tanpa memandang,” ungkap Haedar.

Selain itu, masih menurut Haedar, KH Dahlan juga meluruskan Arah kibat melalui ilmu falaq, Muhammadiyah mendirikan sekolah Islam modern yang pertama kali didirikan oleh KH Ahmad Dahlan yang kemudian lahirlah Muhammadiyah.

“Peran kemanusiaan universal tersebut nyaris tanpa slogan-slogan nyaring tentang Islam rahmatan lil-‘alamin, karena spirit Islam tersebut bukan disuarakan tetapi justru dipraktikkan oleh Muhammadiyah. Karena prinsip Muhammadiyah sekali-kali berbicara, banyak kerjanya,” tambah Haedar. (Sumber Sura Muhammadiyah)